INAYAH Blogger templates

Tempat Berbagi Kebahagiaan
  • Enter Slide 1 Title Here

    This is slide 1 description. You can replace this with your own words. Blogger template by NewBloggerThemes.com...

  • Enter Slide 2 Title Here

    This is slide 2 description. You can replace this with your own words. Blogger template by NewBloggerThemes.com...

  • Enter Slide 3 Title Here

    This is slide 3 description. You can replace this with your own words. Blogger template by NewBloggerThemes.com...

Minggu, 15 Januari 2023


Banyak siswa yang ketika mendengar kata BK atau Bimbingan Konseling pasti yang ada dipikiran mereka adalah kasus, nakal, dan guru yang galak. Hal tersebut kadang membuat guru BK sendiri perlu mensosialisasikan lagi bahwasanya layanan BK bukan hanya diperuntukan untuk siswa yang berkasus atau siswa nakal saja melainkan seluruh siswa agar mampu mencapai tugas perkembangan dirinya dengan baik. Oleh sebab itu guru Bk perlu kreatifitas dalam penyampaian dan pemberikan layanan Bk kepada para siswa.

Layanan BK sendiri terdiri dari empat bidang yaitu pribadi, belajar, sosial dan karir. Dalam penyampaian ke empat layanan tersebut tentunya guru Bk harus pintar-pintar membuat media atau pengemasan materi yang menarik dan tidak membosankan agar para siswa mampu menangkap isi dari materi tersebut dengan baik. Apalagi di zaman modern sekarang dimana metode ceramah guru pasti membuat siswa jenuh dan bosan perlu diperbarui dengan membuat media lain yang lebih menarik untuk anak. Salah satu media yang akhir-akhir ini cukup sering diaplikasikan oleh guru Bk adalah media photovoice.

Photovoice (Wang & Burris, 1997) adalah sebuah teknik yang dapat membantu individu untuk mengidentifikasi, mewakili dan memperkuat komunikasi melalui gambar/image/foto dan cerita mengenai foto tersebut atau cerita yang bersifat partisipatis, dimana partisipan mengambil foto untuk membuat orang lain melihat dunia melalui kameranya.

Photovoice merupakan sebuah penelitian tindakan partisipatif (PAR). Menurut Wang teknik photovoice ini sering digunakan oleh banyak peneliti dalam penelitian-penelitian yang erat kaitannya dengan menumbuhkan suatu kesadaran dan kepedulian terkait permasalahan dalam kehidupan (Alfiandy Warih Handoyo, 2013:6).

Berdasarkan dua pengertian photovoice di atas dapat disimpulkan bahwa media photovoice untuk layanan Bk adalah teknik pemberian layanan BK kepada siswa melalui gambar atau foto dimana foto-foto tersebut mampu menceritakan suatu materi atau tema tertentu sesuai dengan maksud dari si pembuat photovoice tersebut.

Untuk membuat suatu media photovoice guru bk perlu melalui beberapa tahapan. Menurut Wang (1999:187-189) beberapa tahapan penerapan photovoice adalah sebagai berikut

1.      1. Menentukan masalah serta pihak-pihak yang menjadi target

2.    2.   Mengumpulkan partisipan

3.      3. Pengenalan metode photovoice serta fasilitas diskusi kelompok

4.      4. Pengambilan gambar

5.      5. Diskusi hasil foto

Sebagai salah satu contoh penerapan media photovoice dalam layanan BK adalah untuk mencegah tindakan bullying. Akhir-akhir ini tindakan bullying memang sering sekali terjadi di sekolah-sekolah dan para pembully biasanya beralasan bahwa mereka hanya sekedar bercanda, akan tetapi bagi korban bully itu sendiri tentu bukanlah suatu candaan dan justru berakibat merusak mental mereka. Langkah guru BK dalam membuat photovoice untuk mencegah bullying adalah

1.      1. Menjelaskan terlebih dahulu maksud dari kegiatan pembelajaran kali ini

2.      2. Memilih para siswa yang akan dijadikan model ataupun fotografer

3.      3. Menjelasan media photovoice dan bagaimana cara penggunaanya kepada para siswa

4.     4.  Pengambilan gambar oleh para siswa

5.      5. Mendiskusikan hasil foto dan maksud dari masing-masing foto tersebut

Di bawah ini beberapa hasil foto tentang bullying di sekolah  


Foto 1 : menceritakan tentang seorang siswa yang dibully (fisik) oleh beberapa temannya. Dalam foto tersebut juga terlihat bahwa korban ketakutan dan juga kesulitan melihat karena di ambil kacamatanya.

Foto 2 : Foto tersebut menceritakan seorang siswa dipukuli oleh 2 orang temannya sedangkan 2 teman perempuan lainnya hanya menertawakan dan tidak membantu. Padahal seharusnya para siswi yang melihat jika tidak berani membantu bisa segera melaporkan kepada guru bahwa terjadi bullying di sekolah.


Foto 3 : foto tersebut menceritakan tentang dua orang siswi dimana salah satunya merasa sedih karena hate coment di sosial media, teman yang satunya berusaha menghibur dan menemani agar siswi tersebut tidak merasa sendiri.

Biasanya agar lebih bagus penjelasan cerita dari foto-foto tersebut bisa diedit dan dimasukan langsung ke dalam gambar ataupun dibuat video dengan memasukan suara berupa penjelasan dari masing-masing foto tersebut.

Selain bullying media photovoice dapat digunakan juga untuk berbagai tema layanan BK yang lain seperti permasalahan karir, kesulitan bersosialisasi, ataupun tips-tips untuk mencapai prestasi.

Semoga bermanfaaat J






Posted by nur isnaeni on 01.06  No comments »

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search