Banyak siswa
yang ketika mendengar kata BK atau Bimbingan Konseling pasti yang ada dipikiran
mereka adalah kasus, nakal, dan guru yang galak. Hal tersebut kadang membuat
guru BK sendiri perlu mensosialisasikan lagi bahwasanya layanan BK bukan hanya
diperuntukan untuk siswa yang berkasus atau siswa nakal saja melainkan seluruh
siswa agar mampu mencapai tugas perkembangan dirinya dengan baik. Oleh sebab
itu guru Bk perlu kreatifitas dalam penyampaian dan pemberikan layanan Bk
kepada para siswa.
Layanan BK
sendiri terdiri dari empat bidang yaitu pribadi, belajar, sosial dan karir. Dalam
penyampaian ke empat layanan tersebut tentunya guru Bk harus pintar-pintar
membuat media atau pengemasan materi yang menarik dan tidak membosankan agar
para siswa mampu menangkap isi dari materi tersebut dengan baik. Apalagi di
zaman modern sekarang dimana metode ceramah guru pasti membuat siswa jenuh dan
bosan perlu diperbarui dengan membuat media lain yang lebih menarik untuk anak.
Salah satu media yang akhir-akhir ini cukup sering diaplikasikan oleh guru Bk
adalah media photovoice.
Photovoice (Wang
& Burris, 1997) adalah sebuah teknik yang dapat membantu individu untuk
mengidentifikasi, mewakili dan memperkuat komunikasi melalui gambar/image/foto
dan cerita mengenai foto tersebut atau cerita yang bersifat partisipatis,
dimana partisipan mengambil foto untuk membuat orang lain melihat dunia melalui
kameranya.
Photovoice
merupakan sebuah penelitian tindakan partisipatif (PAR). Menurut Wang teknik
photovoice ini sering digunakan oleh banyak peneliti dalam
penelitian-penelitian yang erat kaitannya dengan menumbuhkan suatu kesadaran
dan kepedulian terkait permasalahan dalam kehidupan (Alfiandy Warih Handoyo,
2013:6).
Berdasarkan dua
pengertian photovoice di atas dapat disimpulkan bahwa media photovoice untuk
layanan Bk adalah teknik pemberian layanan BK kepada siswa melalui gambar atau
foto dimana foto-foto tersebut mampu menceritakan suatu materi atau tema
tertentu sesuai dengan maksud dari si pembuat photovoice tersebut.
Untuk membuat
suatu media photovoice guru bk perlu melalui beberapa tahapan. Menurut Wang
(1999:187-189) beberapa tahapan penerapan photovoice adalah sebagai berikut
1. 1. Menentukan masalah serta pihak-pihak yang menjadi target
2. 2. Mengumpulkan partisipan
3. 3. Pengenalan metode photovoice serta fasilitas diskusi kelompok
4. 4. Pengambilan gambar
5. 5. Diskusi hasil foto
Sebagai salah
satu contoh penerapan media photovoice dalam layanan BK adalah untuk mencegah
tindakan bullying. Akhir-akhir ini tindakan bullying memang sering sekali
terjadi di sekolah-sekolah dan para pembully biasanya beralasan bahwa mereka
hanya sekedar bercanda, akan tetapi bagi korban bully itu sendiri tentu
bukanlah suatu candaan dan justru berakibat merusak mental mereka. Langkah guru
BK dalam membuat photovoice untuk mencegah bullying adalah
1. 1. Menjelaskan terlebih dahulu maksud dari kegiatan pembelajaran kali
ini
2. 2. Memilih para siswa yang akan dijadikan model ataupun fotografer
3. 3. Menjelasan media photovoice dan bagaimana cara penggunaanya kepada
para siswa
4. 4. Pengambilan gambar oleh para siswa
5. 5. Mendiskusikan hasil foto dan maksud dari masing-masing foto
tersebut
Di bawah ini beberapa hasil foto tentang
bullying di sekolah

Foto 2 : Foto tersebut menceritakan seorang
siswa dipukuli oleh 2 orang temannya sedangkan 2 teman perempuan lainnya hanya
menertawakan dan tidak membantu. Padahal seharusnya para siswi yang melihat
jika tidak berani membantu bisa segera melaporkan kepada guru bahwa terjadi
bullying di sekolah.
Foto 3 : foto tersebut
menceritakan tentang dua orang siswi dimana salah satunya merasa sedih karena
hate coment di sosial media, teman yang satunya berusaha menghibur dan menemani
agar siswi tersebut tidak merasa sendiri.
Biasanya agar lebih bagus penjelasan cerita dari foto-foto tersebut bisa diedit dan dimasukan langsung ke dalam gambar ataupun dibuat video dengan memasukan suara berupa penjelasan dari masing-masing foto tersebut.
Selain bullying media photovoice dapat
digunakan juga untuk berbagai tema layanan BK yang lain seperti permasalahan
karir, kesulitan bersosialisasi, ataupun tips-tips untuk mencapai prestasi.
Semoga bermanfaaat J





